Ibu Dalam Dunia Ku

23 Dec 2014

Dia selalu ingin terlihat tegar,
Dia selalu ingin terlihat ceria,
Dia selalu ingin terlihat tersenyum,
Dia selalu ingin terlihat bahagia,
Dan dia selalu ingin membuat anak-anaknya kuat. Dia selalu ingin membuat anak-anaknya semangat. Dia selalu ingin membuat anak-anaknya tertawa riang. Dia selalu ingin membuat anak-anaknya gembira.

Ibu, yang mengajari ku berbagai hal. Sebelum aku dilahirkan, ibu lah selalu menemani ku sejak dalam kandungan. Ibu yang selalu membelaiku dengan tangannya yang lembut. Ibu yang selalu mengajakku berbicara. Ibu yang setiap hari membawa ku di setiap aktivitasnya.
Hingga saatnya aku dilahirkan, ibu yang meyakinkan ku bahwa orang-orang di dunia ini baik, dan ibu akan menjaga ku. Ibu meyakinkan ku bahwa ia tak akan pernah meninggalkan aku sendiri. Ibu yang selalu menemani ku dalam kesendirian.

Saat malam datang, Ibu sengaja terbangun dari tidurnya yang lelap demi menghilangkan rasa lelahnya setelah ia seharian menjaga ku dengan penuh kasih sayang. Ibu terbangun, dan ia lah yang menenangkan ku saatku menangis ditengah malam. Dengan wajahnya yang selalu tersenyum saat menyambut ku. Padahal ia merasa terganggu dari mimpi indahnya yang telah diganggu oleh jerit tangis ku saat aku masih bayi.
Tapi, ibu tak pernah mengeluh dan marah. Ibu menenangkan ku, agar aku berhenti menangis.

Setiap hari, ibu lah yang memandikan ku, membersihkan kotoran ku, menyuapi ku, dan menyiapkan segala keperluan ku. Ibu lah yang selalu ada buat aku, hanya ibu yang mengerti aku. Ibu lah yang selalu menyapaku di setiap pagi yang cerah.

Saat aku tumbuh besar, ibu lah mendaftarkan aku sekolah. Ia juga menyiapkan segala keperluan sekolah ku. Ibu senang, anaknya sudah mampu duduk di bangku sekolah. Dan ia mengantar ku kesekolah. Ibu menunggu ku pulang sekolah dari balik jendela.

“mah, tungguin ya.. jangan pulang duluan”, kata ku cemas ditinggal ibu, seraya menyapa ibu yang biasa aku Panggil mama.

“Iya sayang, belajar dulu.. dengarkan kata ibu guru dikelas ya, mama tungguin adek pulang”, kata ibu meyakinku.

saat aku beranjak remaja, ibu lah yang menjadi sahabat ku. Ibu tahu benar, anaknya kini sudah tumbuh menjadi remaja dan mulai mengenal apa itu yang nama cinta, dan bagaimana indahnya dunia di penuhi rasa cinta.
Ibu, selalu jadi orang pertama yang mendengarkan kisahku di sekolah. Aku ceritakan tentang teman-temanku di sekolah pada ibu ku.

Ketika aku tumbuh dewasa, segala permasalahan muncul dalam hidupku. Mulai dari temen kerja, bos yang pelit, dan kisah cinta ku.

Hanya ibu yang mau mendengarkan ceritaku, hanya ibu yang tahu perasaan ku ketika aku punya temen jahat dikantor. Hanya ibu yang mengerti ketika semua mulai berpaling dariku.

Ibu sosok yang tak mudah ditebak buatku. Sama seperti ayah. Ia mampu menutupi rasa lelahnya di hadapan anak-anaknya. Ia mampu menutupi kekurangannya di depan anaknya. Ia sanggup tersenyum walau beribu masalah datang menghampirinya. Ia tak pernah ingin anak-anaknya turut sedih, ia tak ingin menjadi beban dalam hidup anaknya.

Ibu atau yang biasa aku panggil mama, dialah yang selalu melindungiku, menyayangiku, membimbingku dengan nasehatnya. Meskipun terkadang sosok ini sedikit mengesalkan.

Namun, saat aku merasa begitu sendirian, sepertinya tidak ada yang peduli. Kedua orang tua ku, papah dan mamah lah selalu hidup dalam duniaku.

Orang tua pastilah ingin melihat anak-anaknya selalu tersenyum ceria.

Saat aku menulia ini, aku masih duduk ruang kerjaku. Dan selesai nulis ini, rasanya aku ingin segera pulang. Membeli kue untuk ibu, dan memeluknya erat. Tak akan ku biarkan siapapun menyakiti Ibu. Aku sayang mamah :’) .
Selamat hari ibu 22 Desember 2014. Untuk seluruh ibu di dunia dan semua wanita calon ibu di seluruh jagat raya. MT

BTW.. postingan ini terlambat di publish, gegara nyicil nulis :) .


TAGS Personal #SemangatNgeblog


-

Search

Follow Me

weblog Miz Tia

Promosikan

Recent Post

Blogger Reporter Indonesia