Integritas Wilayah Negara ASEAN

1 Sep 2013

Di usia ASEAN yang ke 46 tahun. Usia yang bisa dikatakan i life began was 46 tahun buat manusia :D mungkin demikian pula buat ASEAN. Karena di usia ASEAN yang bisa dikatakan sudah mapan ini, seharusnya ASEAN mampu menjamin bahwa negara-negara anggotanya memiliki integritas yang kuat. Namun sayangnya ASEAN belum memilki integritas yang kuat jika disamakan dengan negara-negara barat atau UNI EROPA.
Sebagai contoh, tak perlu jauh-jauh. Konflik yang terjadi antara negara Indonesia dan Malaysia yang cukup sering terkait masalah perseturuan mengenai budaya. Tentunya kita tahu bahwa hal kecil seperti pecekcokan masalah pengakuan budaya ini sudah cukup sering terjadi diantara sesama anggotanya.

Menurut pandangan saya, untuk sebuah asosiasi yang berbasis internasional, ASEAN belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk di jadikan wadah organisasi yang lebih berkelas di mata internasional.

Tahun 2015 diharapkan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN. Namun di antara anggota ASEAN, ada juga yang memiliki sengketa antar negara, terutama terkait dengan perbatasan antar negara. Seperti yang terjadi dengan Singapura dan Malaysia.
Singapura mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Persengketaan yang dimulai tahun 1979, sebenarnya sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional tahun 2008, dengan menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada pemerintahan Singapura. Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyrakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat.

Mengenai perseturuan atau konflik yang terjadi antar sesama anggota ASEAN, dalam hal problematik Singapura mengenai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Yang akhirnya Pulau Pedra Branca menjadi milik pemerintahan Singapura. Dan masih ada 2 pulau lain yang masih belum diselesaikan, namun dalam penyerahan Pulau Pedra Branca kurang di terima oleh masyarakat Malaysia. Hingga kerap menimbulkan perselisihan antar masyarakat Singapura dan Malaysia.

Lantas dimanakah peran dan kerja sama efektif di antara mereka sendiri?

Dimanakah peran Negara-negara Anggota ASEAN yang telah mengadopsi prinsip-prinsip dasar dalam penyelesaian perbedaan atau perselisihan dengan cara damai?

Dimanakah toleransi rasa saling menghormati untuk kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional ASEAN?
Untuk mencapai ASEAN agar menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN. Di setiap negara perlu menciptakan perdamaian dalam hidup, memiliki stabilitas dan kemitraan masyarakat yang peduli. Terutama dalam mengatasi problematika Singapura mengenai sengketa perbatasan antara Singapura dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Dapat diselesaikan dengan menjalankan peran ASEAN dalam membangun komunitas yang solid diantara negara-negara anggota ASEAN, melalui kerja sama yang efektif dengan berbagai pihak dalam menghadapi perbedaan atau perselisihan. Kemudian dengan adanya Komunitas ASEAN 2015 nanti diharapkan dapat mewujudkan Komunitas ASEAN yang solid dan handal baik di skala regional maupun global.

Saya yakin jika terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 dalam mewujudkan 3 pilar utama Komunitas ASEAN 2015 yaitu ASEAN Political-Security Community, ASEAN Economic Community dan ASEAN Socio-Culture Community dapat dicapai. Maka perselisihan antar sesama anggota negara-negara ASEAN, khususnya mengenai problematika Singapura dapat diselesaikan melaui kerjasama efektif dan kemitraan dengan negara-negara antar sesama anggotanya untuk saling mendukung satu sama lain, serta saling menghormati dalam hal integritas dan sebagainya, meningkatkan konektivitas komunikasi antar negara atau meningkatkan komunitas masyarakat yang peduli, membangun kepedulian antar sesama negara anggota, dan mengembangkan hubungan persahabatan.

Dengan demikian, setiap perbedaan atau perselisihan yang tidak hanya terjadi di Singapura namun di negara-negara anggota ASEAN lainnya dapat di selesaikan dengan cara damai dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing negara anggota ASEAN.


TAGS #10daysforASEAN


-

Search

Follow Me

weblog Miz Tia

Promosikan

Recent Post

Blogger Reporter Indonesia